Minggu, 30 September 2012

+++-Seni Terakota Ala Majapahit Cuy-+++

Assalamualaikum Wr. Wb. Udah lama nii gak nge-post. Emang sih keadaanlah yang mentakdirkan. Hahahha bukan kq sobat yah lagi banyak yang di urusin and dipikirin. :) oke deh kali ini akku akan share tentang “SENI TERAKOTA (Tanah Liat) Majapahit” Oke cekidoooooooooooot :) Majapahit tau kan ??Jejak sejarah kerajaan Majapahit tersebar pada tinggalan-tinggalannya yang ditemukan di Mojokerto, Jawa Timur. Ada banyak artefak yang dapat menjelaskan banyak hal termasuk mengenai kehidupan ekonomi masyarakat. Terakota, misalnya, atau kerajinan tanah liat era Majapahit. Seni Terakota adalah satu karakter budaya pada masa Majapahit yang cukup terkenal dan banyak diketemukan. Hasil seni ini diketahui dari tinggala-tinggalan yang diketemukan baik yang berbentuk arca, bak air, jambangan, vas bunga, hiasan atap rumah, genteng, dinding sumur (jobong), kendi, atau celengan. Terakota Majapahit dibuat sekitar di abad 13 hingga abad ke 15. Artefak gerabah terakota dari periode ini ditemukan di Trowulan, Jawa Timur. Selama bertahun-tahun terakota patung dan artefak telah ditemukan. Beberapa temuan dimuseumkan di Trowulan sebelum Perang Dunia II, tetapi sangat disayangkan dalam tahun-tahun berikutnya banyak koleksi ini telah hilang. Pasca PD II banyak potongan-potongan telah digali sebagai hasil dari pencarian Harta Karun. Setelah tanaman telah dipanen oleh Petani, Mereka menyewakan tanah mereka untuk penggali yang menggali lubang pendulangan tanah aluvial untuk mencari harta karun. Saat ini, Museum Trowulan dan Museum Nasional Indonesia menjadi tuan rumah koleksi besar seni terakota Majapahit. Artefak Benda-benda, alat-alat, perkakas jaman majapahit yang ditemukan melalui penggalian arkeologi, dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya : 1. Hewan Salah satu tokoh terkenal hewan terakota Majapahit Majapahit adalah Celengan, Kata Celengan sebenarnya berasal dari Nama binatang Celeng (Babi), karena bentuk Celengan memang banyak yang berbentuk Celeng ditemukan di Trowulan. Tokoh hewan lain juga ditemukan, seperti banteng Nandi dan gajah. Hal ini mendalil
2. Kepala Kepala kecil banyak ditemukan di sekitar Trrowulan. Dari berbagai ukuran dari 3 cm sampai to 10cm. Banyak dari kepala menunjukkan fitur Jawa dengan gaya rambut dan perhiasan telinga. Untuk sebagian besar kepala dibuat solid, tetapi kadang-kadang contoh berdinding tipis yang ditemukan.
3. Figur Umumnya patung-patung dengan ukuran kecil, dibuat dengan metode kumparan dan mencubit dengan dekorasi ukiran atau gores, metode pembentukan yang mirip patung-patung lain yang dibuat dengan pencetakan.. Berbagai dari patung ini berekspresi tak terbatas dengan sikap dan ekspresi alami.
4. Wadah Banyak wadah dalam berbagai ukuran bentuk ditemukan di Trowulan. Biasanya digunakan untuk berbagai tujuan mulai dari wadah air sampai wadah gabah. Seperti ceret berasalh dari masa Majapahit. 5. Relief Ukiran batu bata telah ditemukan di daerah tersebut. Adegan ini menunjukkan dari kehidupan sehari-hari dan penggambaran cerita agama atau sastra. Teknik konstruksi yang mirip dengan relief batu berukir yang terlihat pada candi Borobudur. Untuk sebagian besar batu bata ditemukan terpisah dan dalam perbaikan yang minim, tetapi urutannya sesekali telah ditemukan. Sering angka-angka dalam panel digambarkan dalam gaya Jawa Timur, dimana tubuh penuh frontal, wajah tiga perempat dan kaki berada dalam profil. 6. Tujuan Lain Orang-orang Majapahit memanfaatkan metode gerabah terakota untuk memproduksi berbagai objek untuk kebutuhan sehari-hari. Di antaranya; atap, lantai ubin, clupak (lampu), jobong sumur, ritus religi dan pipa. Beberapa terakota model miniatur arsitektur dan ornamen arsitektur juga ditemukan. Yah that’s all. Semoga bermanfaat :) :) :)

6 komentar:

Terima kasih..:)